aku, uphile dan segelas kopi

aku, uphile dan segelas kopi

sudah lama rasanya tak menyentuh relung tulisan lagi,,

benak yang terlalu penuh dan berkabut sedikit mengaburkan kedekatanku dengan rangkaian huruf-huruf dan untaian makna dari simbol-simbol semesta,,

banyak nilai-nilai yang lari dari standarku belakangan ini, banyak batas-batas yang mengabur,,

ingin aku merangkai lagi puitis puisi yang acap temani sepiku, ingin aku rangkul lagi kritis pikir yang acap memakan waktu tanpa sadarku,,

aku rindu,,

rindu pada diriku yang dulu,,

rindu pada sepi ku yang dulu,,

rindu pada dia yang kini hadir tuk berbagi sepi denganku,,

aku, uphile, dan segelas kopi,,

kembali di Yogyakarta, kota seribu mimpi yang kerap hadirkan getar di benakku,,

aku kembali kesini, tapi dengan rasa dan karsa yang berbeda,,

jauh berbeda hingga aku merasa hampir tak mengenali sudut kota ini lagi,,

aku menapaki jalan yang berbeda, aku ambil jalur yang berbeda, dan aku mengikuti pola yang tak sama,,

banyak hal baru yang menarik minatku dari kota ini, banyak yang dulu tertutup dari pikirku yang sempit,,

tapi aku tak nyaman dengan keterusterangan dari kota yang aku merasa telah mengenalnya,,

aku merindukan kotaku yang dulu, yang keloknya masih tertutup untukku, yang rimbanya masih mengundang untuk aku jelajahi,,

kini aku kembali, dengan rima yang berbeda, dengan detak yang berbeda dan aku merasa sedang di kota yang berbeda,,

pernah aku mengikuti unjuk rasa, yang aku saja tak paham kenapa aku bisa ada disana, di balik orang-orang yang menyuarakan aspirasinya, dibalik orang-orang yang merasa memiliki peran dalam perjalanan besar bangsa ini,, ini membawa aku berpikir, dimana aku dulu? dimana aku ketika tampuk perjuangan itu seharusnya ada di pundakku? aku lari, mengambil jalan memutar dan aku lupa pada amanat itu,,

aku berjalan mengikuti langkah kaki di kota yang aku merasa pernah mengenalnya ini,,

aku terbawa ke banyak ragam diskusi di kota ini, dari yang remeh temeh hingga yang mengundang pikir lebih jauh,, aku suka dengan proses ini, aku suka mengasah pikirku, kenapa tak dari dulu aku ikuti kata hatiku?? banyak hal yang aku lewati yang kini ingin aku ulangi kembali,, banyak keputusan yang ingin aku ambil kembali, mungkin kini bukan terlambat, tapi aku harus bersabar lebih lama lagi untuk kembali ke jalur mimpi yang pernah aku bangun di anganku yang disadarkan oleh diskusi-diskusi di tempat-tempat dimana kakiku mengajak singgah,,

kegiatan budaya, kegiatan politik, bahkan menyangkut ideologi telah aku susuri kembali di kota yang aku merasa telah mengenalnya dulu,,

tapi kini berbeda, aku bahkan tak ingat dimana tempat kesukaanku dulu,,

aku bahkan tak ingat apa kegiatan kecintaanku dulu,,

aku bahkan tak ingat nama ku dulu,,

aku tersesat di kota yang aku merasa pernah mengenalnya dulu,,

aku ingin mengalami banyak hal,, akan aku ikuti langkah ini, kemana ia akan menyinggahkanku, akan ku buka pikir ini, akan kubuka hati ini agar mampu ku hirup sebanyak-banyaknya residu kota ini agar aku mampu menjawab tanya yang hilir mudik hadir,,

kan kubiarkan kaki ini terus melangkah kemana ia suka, agar ketika saatnya aku bertemu dengan dia yang ku cinta kini, aku lebih mengerti dan aku lebih memahami betapa rindu dapat mendewasakan aku dan mengajarkan cara mencintainya dengan lagu yang lebih indah,,



Leave a Reply

Skip to toolbar