23 September 2003, ba’da Magrib waktu setempat. “Jangan pergi, Nak. Disini aja” ujar mama terbata-bata, lidahnya mulai kaku, mengikuti sebagian badannya yang sudah mati rasa dari beberapa saat yang lalu. Aku tetap memijat tangan mama walaupun ia sudah tak bisa merasakannya lagi, berharap pijatanku dapat membuat aliran darahnya lancar kembali dan separuh badannya tak mati…Continue Reading “Have a peace and warm birthday there, ma!”

…and I’m gonna miss you, like a child misses their blanket… yak.. Tepat di pukul 10.15 WIB, hari selasa, 24 September 2003, saya kehilangan seorang sosok yang sangat berarti dalam hidup saya. Tak pernah sebelumnya terbayangkan bagaimana bisa menjalani hidup tanpa beliau. Seorang ibu… Mama.. Sesaat setelah beliau menghembuskan nafas yang terakhir, saya benar-benar tidak…Continue Reading “#today #8YearsAgo”