Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan yang memunculkan respon ekstrim pada stressor yang kuat, mencakup meningkatnya kecemasan, menghindari stimulus yang berhubungan dengan trauma dan meningkatnya ketegangan dalam diri seseorang (Kring, Johnson, Davison & Neale, 2011). Lebih lanjut dijelaskan oleh Kring, Johnson, Davison dan Neale (2011) diagnosa PTSD ini hanya diberikan kepada orang-orang yang mengalami atau menyaksikan kejadian yang berhubungan erat dengan kematian, luka-luka serius, atau kekerasaan seksual.

Terorisme menurut Poul Johnson (2008 dalam Hendropriyono, 2009) adalah pembunuhan dengan sengaja yang direncanakan secara sistematik, sehingga mengakibatkan cacat dan merenggut atau mengancam jiwa orang yang tidak bersalah, sehingga menimbulkan ketakutan umum, semata-mata demi mencapai tujuan politik. Penjelasan mengenai pengertian terorisme memberikan gambaran bahwa orang-orang yang menjadi korban dari sebuah tindakan terorisme dapat mengalami PTSD.

Continue Reading "Posttraumatic Stress Disorder Pada Korban Tindakan Terorisme*"