From August to September

From August to September

..wake me up, when September ends..

(Greenday)

Okay, fakta bahwa terakhir kali saya menulis di sini di Hari HUT RI yang jelas itu lebih dari satu bulan yang lalu serta kenyataan bahwa sudah ada 8 spam yang masuk ke Akismet, sejujurnya membuat saya merasa bersalah. Banyak hal yang seharusnya dan ingin saya ceritakan dalam rentang waktu antara entry terakhir itu dengan hari ini akhirnya tengggelam begitu saja dalam aksara yang tak terungkap secara tertulis. My bad.. yes, really bad.

Setelah hari terakhir masuk kantor yang hanya upacara itu, sorenya saya langsung menyongsong hari kebebasan (nggak sampe seminggu, hiks) dan berjumpa dengan malaikat kecil bernama Zhafirah Khalifa Laiqa (panggil dia Zazha) yang sangat pantas untuk dirindukan. Perkembangannya sangat pesat yang membuat saya malas balik ke Jakarta lagi, hehe.

Sebagai kaum urban yang sangat menjiwai kebudayan indigenous indonesia, maka saya juga sangat menjiwai setiap “budaya mudik” yang saya lakukan. Tiap tahun saya pasti mudik dan saya punya tema yang berbeda-beda, tidak direncanakan memang, tapi sepertinya sudah di gariskan. Tema mudik saya tahun ini sudah tentu adalah bermain bersama Zazha (literally bermain ya, males ngasuhnya jadi cuma pengen mainnya aja, haha).

Selain bermain bersama Zazha, saya juga menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan teman-teman seperjuangan jaman SMA dulu, and surprisingly, ternyata mereka cukup ngangenin loh.. haha seru! saya memang selalu menikmati moment yang saya habiskan dengan sahabat-sahabat dari masa sekolah dulu, ketika persahabatan masih murni karena saling menyayangi, bukan penuh intrik seperti saat-saat kita makin dewasa. Miss you guys!

Setelah agak terlena dengan libur yang sangat singkat itu, kembali menjalani dunia nyata di jakarta yang kejam ini terasa sangat berat di awal, rasa malas sepertinya sudah mendarah daging, sampai bulan September tiba dan saya mulai memasuki dunia baru, kembali ke iklim akademis dan bertemu dengan teman-teman baru yang masing-masing saya kagumi, dan membuat saya beruntung bisa mengenal mereka. Walaupun masih dalam waktu yang singkat dan belum saling mengenal lebih jauh, tapi kesan pertama yang merupakan hal terpenting dalam memulai suatu hubungan sudah saya buat agar image mereka yang tertangkap oleh otak saya adalah image positif sehingga akan lebih mudah bagi saya membangun kenyamanan saat bersama mereka. Go KLD 19! 😀

living a double life is really hard but since this is my own choice then I have to get through it, it is my responsibility to prove to my self that I can do it, I definitely can do it! *mensugesti diri sendiri*

Dihinggapi gejala typhus untuk kedua kalinya membuat bulan September ini menjadi semakin berat untuk di jalani. Ah.. September memang selalu menjadi bulan yang mengesankan..

24 September yang lalu, saya tidak meneruskan tradisi menulis kerinduan untuk Mama, another apology to make for my self. Kesibukan dan kesulitan untuk mengimbangi lajunya dunia baru saya membuat saya terlupa untuk menuliskan kerinduan saya kepada Mama, tapi tanpa saya tuliskan pun sebenarnya rindu itu abadi, selalu ada dan masih hangat dalam dada dan pikiran saya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mama, karena mama adalah mama yang terbaik, for me.. 🙂 Love and miss you always mom!

And now, September is going to end… for this once, I can say that I feel like i’ve been sleeping and awaken up when september is nearly finish.. 🙂

..wake me up, on September 29th.. (darkjasm)


Leave a Reply

Skip to toolbar