Happy Trip to Bandung

Last long holiday, I got invitation from Mr.J’s fam to spend my holiday in Bandung. Sayangkan jika undangan yang sangat bagus ini disia-siakan? Maka berangkatlah saya ke Bandung pada hari minggu pagi. Berangkatnya sih was-was, takut jalanan macet karena Bandung kan identik dengan macet, tetapi untungnya jalanan hanya ramai lancar. Kami hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di rumah keluarga di daerah Cijerah. Sampai di bandung bincang-bincang heboh dulu sebentar lalu lanjut ke Ciwangun Indah Camp.

Β – CIWANGUN INDAH CAMP

salah satu wahana
salah satu wahana

Disingkat dengan CIC, berlokasi di daerah Lembang, merupakan tempat outbond yang lumayan banyak di gemari di daerah Jawa Barat. Suasananya asyik, cocok untuk kegiatan outbond, tanahnya berbukit-bukit, pemandangannya bagus dan udaranya dingin. Fasilitas dan permainan yang ditawarkan juga cukup banyak.

three nature kids
three nature kids

Awalnya kami ke CIC hanya untuk survey, rencananya akan diadakan outbond pada hari senin, namun karena perjalanan ke sana yang cukup menaikkan adrenalin karena melewati jalanan sempit berbatasan jurang dan kejadian tanah longsor beberapa hari sebelumnya akhirnya kami memutuskan untuk bermain langsung saja di CIC. Ketika kami sampai di CIC sekitar pukul 14.30, kami disambut hujan yang cukup deras. Sempat kecewa memang, namun akhirnya kami memutuskan untuk tetap semangat dan mencoba flying fox hujan-hujanan. Untuk saya yang masih muda belia dan cantik jelita (dilarang protes) ini, flying fox memang sudah tidak menakutkan, sudah biasa malah, tapi hujan cukup membuat suasana hati ceria, tapi yang paling lucu adalah ketika meyakinkan para tetua untuk ikut main, yang akhirnya berhasil. Para tetua yang awalnya sangat takut mencoba tetapi ketika sudah sampai di tempat tujuan malah ketagihan dan ingin mencoba lagi, untungnya hari udah sore.. πŸ˜†

after flying fox
after flying fox bersama nenk Uti

di CIC kami memang cuma mencoba flying fox karena permainan yang lain sudah licin kena hujan, kami jadi malas dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

the view at CIC
raining at CIC

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Kayu Resto di daerah Pusdikajen, Lembang. Di rumah kayu itu kami mencoba cincau hijau yang sesuai dengan promosinya ternyata memang sangat lezat. Rumah Kayu Resto ini sangat nyaman, sesuai dengan namanya, dekorasi restorannya memang dominan terbuat dari kayu, disini juga dijual sayuran organik yang teknologinya berasal dari Taiwan. Menurut pengamatan saya, restauran ini sangat apik, dan suasananya membuat betah. Cincau yang saya coba juga rasanya sangat tajam dan tidak seperti cincau yang biasa nya saya coba, sangat segar! #bukanLebay.

Cincai di Rumah Kayu
Cincau di Rumah Kayu

Selain cincau, kami juga mencoba telur asinnya, tidak terlalu asin tapi lezat juga. πŸ˜€ Kemudian saya mencoba Tutut untuk pertama kalinya, ternyata rasanya sama saja dengan rasa kerang dara, cuma bentuknya aja yang sedikit menggelikan sehingga saya belum pernah berniat mencobanya sampai ditawarkan disini, yang membuat tututnya terasa lezat sebenarnya adalah kuahnya, kuah kari yang menggoda.

Tutut kuah Kari
Tutut kuah Kari

Kami juga mencoba pisang goreng keju yang merupakan pisang tanduk digorang dengan tepung yang sepertinya dicampur gula merah sehingga sangat empuk sekali dan tentu saja menggoda selera.. Saya merekomendasikan resto ini untuk dicoba, karena saya juga pengen banged balik lagi kesana. Udara dingin, tempat romantis, tidak terlalu ramai, makanannya lezat pula.. PAS! πŸ™‚

senja di Rumah Kayu
senja di Rumah Kayu

Selesai mengisi perut di Rumah Kayu, kerjaan sang perut ternyata belum selesai karena kami menuju tempat jualan ketan yang konon adalah makanan khas Lembang. Ketannya dibakar dan disajikan dengan serundeng, oncom dan saus kacang pedas. Ketannya memang lembut cuma menurut saya kurang garam sehingga kurang gurih dan sebenarnya saya lebih suka makan ketan pake durian, bukan oncom… maafkanlah lidah melayu saya ini.. πŸ˜†

Ketan Bakar
Ketan Bakar

Perut kenyang, hati senang.. Kami menuruni bukit menuju Cihampelas, katanya sih mau belanja, tapi ternyata itu adalah pilihan yang salah. Cihampelas meuni macet pisan! *sok-sokan pake bahasa sunda, maap kalo salah yak, namanya juga belajar…

DAY 2KAMPUNG GAJAH

Kampung Gajah Wonderland
Kampung Gajah Wonderland

Rencananya hari kedua ini kami mau berangkat ke Kampung Gajah pagi-pagi, tetapi manusia memang cuma bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Ada sepupu yang keponakan suaminya meninggal sehingga kami harus menggeser jadwal dan menunggu sepupu lain yang tahu jalan ke Kampung Gajah. Akhirnya kami tiba di Kampung Gajah sekitar pkl. 10.00 dengan jalanan yang untungnya belum terlalu ramai. Ada sedikit keributan mengenai tiket masuk, ada yang mau tiket terusan, ada yang tidak. Akhirnya di putuskan para tetua tidak ambil tiket terusan karena toh mereka juga gak bisa main semuanya..

Cuaca kawasan Kampung Gajah
Cuaca kawasan Kampung Gajah

Tiket terusan yang seharga Rp 200.000 itu mengcover beberapa wahana, total dalam selebarannya adalah 19 wahana, sayang nya mereka tidak mencantumkan wahana apa yang tidak beroperasi pada hari itu sehingga kita berasumsi bahwa semua wahana bisa kita nikmati, ternyata ATV yang merupakan tujuan saya sehingga saya rela membeli tiket terusan tidak beroperasi. Menelan kekecewaan, kami akhirnya main mini buggy, tubby dan gokart. Mini buggy cuma boleh satu kali naik. Tubby ketika mau naik lagi udah antri parah. Gokart antriannya lebih parah lagi, kami harus antri 1.5 jam baru bisa main.

padatnya parkiran Kampung Gajah
padatnya parkiran Kampung Gajah

Wahana yang di cover dalam tiket ternyata banyak yang di batasi, seperti skyrider maksimal 60 kg, horse riding yang kalo nggak salah cuma buat yang dibawah berapa meter gitu.. Ada wahana yang bagus seperti 4D, tetapi kita harus bayar lagi Rp 50.000 terus ada Segway (mirip otoped tapi dengan roda gede gitu) kita bayar lagi Rp 150.000 untuk 15 menit. Overall sih saya sebenarnya kecewa karena sudah salah ambil langkah karena membeli tiket terusan, tetapi untungnya agak terobati dengan waterboomnya. Tornadonya mantab! wahana di waterboomnya sangat menarik, ada tornado (yang kita seperti masuk corong raksasa), ada octopus (luncuran panjang gitu deh),dan ada kolam ombak. Tornado dan Octopusnya bikin ketagihan, sayangnya kita harus naik tangga yang cukup melelahkan bagi saya yang udah jarang olah raga ini. Kolam Ombaknya juga lumayan seru, mungkin karena kita rame-rame jadi kita heboh sendiri bikin formasi melawan ombak, tarik-tarikan ban sampai waterboomnya hampir mau tutup. Seru! tapi akibat kehebohan di kolam ombak, tangan saya masih sakit sampe hari ini. πŸ™

Saran saya bagi yang mau berwisata ke Kampung Gajah, jangan beli tiket terusan dulu, liat-liat aja dulu wahananya apa saja, dan coba 4D dulu aja, tetapi kalo emang mau main di waterboom sih harus beli tiket terusan. Selamat bermain!

a view in Kampung Gajah
a view in Kampung Gajah

DAY 3 – Last Day

Akhirnya, seperti selalu saya tuliskan, tiada pesta yang tak usai. Pada hari Selasa 1 Januari 2013, tiba saatnya pulang dan menyambut rutinitas yang membosankan. Sebelum pulang, pasti ada waktu untuk mencari oleh-oleh. Kami di ajak Pasar Kosambi, pusat kerupuk-kerupuk sepertinya karena disana banyak jenis kerupuk yang dijual kiloan dengan harga yang murah, saya beli banyak saja cuma seharga Rp 44.000, kalo beli dimobil pinggir jalan atau pusat oleh-oleh yang sudah dikemas mungkin bisa ratusan itu saya belanjanya. Di sana ada yang jual cabe dijadikan manisan, saya lupa fotoin, tapi saya coba rasanya nggak jelas gitu deh.. aneh.. πŸ˜† selain beli kerupuk, saya juga beli peyeum dan talas rebus. Yummiyyy.

Puas milih-milih kelithian, kami lanjut makan durian di dekat Prima Rasa (agak nggak enak sih, tapi namanya juga durian, tetap menggugah selera, akhirnya ketan yang saya makan kemarin ketemu durian juga di perut :p). Beli Karuhun dan cakes di Prima Rasa (ini rutinitas kalo ke Bandung sih, nothing special). Beli batagor Yunus (ini juga sudah tradisiii) and finally… time to say “see you” to Bandung Family.. *dadah dadah cantik*

IMG_2378 copy

Kami pulang sekitar jam 4 sore dan sampai di Depok sekitar jam 11 malam.. dan macetnya itu cuma karena antrian orang-orang yang mau singgah ke rest area KM 42! *keluh*

Nice short trip by the way.. πŸ™‚

wow.. such a long post!

love,

DarkJasm



One Comment

Leave a Reply

Skip to toolbar