Kasih Ayah sepanjang apa?

Kasih Ayah sepanjang apa?

Kasih ibu..

Kepada beta..

tak terhingga..

sepanjang masa..

itulah cuplikan lagu yang biasa kita nyanyikan dari masa kanak-kanak dulu, melambangkan betapa seorang ibu sangat mengasihi kita dan mengingatkan agar kita selalu mengasihi ibu kita, apapun keadaannya, bahkan Rasulullah saja meletakkan ibu diperingkat 1 hingga 3 dalam urutan siapa yang harus kita hormati, disusul dengan ayah diurutan keempat.

Ayah?

mendapat tempat keempat dan sangat jarang negara yang mempunyai peringatan Hari Ayah, lalu apakah Ayah tidak pantas dikasihi? tidak perlu terlalu dihormati? ooo, tentu tidak! kalau tak ada ayah, ya jelas tak ada kita, hanya Nabi Isa Alaihissalam yang diberi kesempatan oleh Allah untuk hadir kedunia tanpa ayah.

Ayah?

apakah itu ayah kandung yang darahnya mengalir juga dalam diri kita ataukah itu ayah-tak-kandung yang hanya mengaliri kita dengan kasih sayangnya, semua pantas kita sayangi dan lebih dari pantas untuk kita hormati juga.

Ayah?

tak pernah bagiku terbayangkan hidup tanpa ayah, apalagi ketika Ibu telah tiada. ayah menyayangi kita dengan caranya sendiri, dengan diamnya yang terkadang menyeramkan, tak terlalu emosional seperti ibu menyayangi kita dengan tetes airmata, tapi doa ayah tak juga terkalahkan oleh doa ibu. Ayah, yang selalu misterius dengan perasaannya, merasa harus kuat agar anaknya juga kuat dan tak termakan oleh emosinya sendiri.

Ayah?

jika kasih sayang ibu sepanjang masa, maka sepanjang apakah kasih sayang ayah? sepanjang jalan kenangan mungkin? atau sejauh mata memandang? entahlah, tak ada yang bisa memastikan, yang jelas kasih sayang ayah juga tak akan pernah bisa diukur, sebagaimana kita tak bisa mengukur masa yang menjadi panjang dari kasih sayang ibu..

for My dear Father, Zelnon Effendi.

I miss You so, Pa,,

Tags:


Leave a Reply

Skip to toolbar