Pampers dan Perkembangan anak


Developmental Psychology, Psychology / Sunday, March 16th, 2008

images.jpeg

ini adalah blog yang mengeluarkan tulisan yang berasal dari hati,, dan anak-anak adalah bagian atau bahkan keseluruhan hati dari orangtuanya,,

perkembangan pada masa anak-anak sangat berarti untuk masa depan mereka, baik fisik maupun psikis mereka.

seperti yang sering dikatakan dalam iklan, masa anak-anak adalah masa emas kehidupan.

seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban, makin banyak barang-barang yang diciptakan manusia untuk mempermudah kehidupannya,

juga bagi anak-anak, salah satunya pampers atau dalam bahasa indonesianya dikenal dengan istilah popok.

popok adalah alat yang dimaksudkan untuk memudahkan orangtua sehingga tidak terlalu sibuk untuk membersihkan ampas makanan anak-anak mereka yang belum mengerti untuk membuang sampah pada tempatnya. tapi kembali, seiring majunya zaman maka berubah jugalah nilai-nilai yang dianut oleh manusia modern ini. dahulu kala, anak adalah permata bagi orang tuanya, apapun hampir akan selalu dilakukan orangtua demi kebaikan anaknya, tapi apa yang kini terjadi? anak malah serig diabaikan oleh orang tua untuk mengejar materi yang dalam pembelaannya mereka melakukan hal itu demi kebaikan anak mereka juga, namun apakah itu memang baik? akn sangat panjang kajiannya.

dalam perkembangan anak, orang tua mempunyai peran penting yang membantu menentukan bagaimana kepribadian anaknya akan terbentuk dan membawa kehidupan mereka selanjutnya. pampers atau baby diapers ternyata mempunyai efek yang berbahaya dan jangka panjang dalam menghambat perkembangan anak. anak-anak yang telah terbiasa dari bayi hingga agak besar menggunakan pampers, akan mengalami beberapa perbedaan dari bayi-bayi lainnya, tentu saja jika pampers itu dipakai setiap saat, bukan pada saat-saat tdak berdekatan dengan toilet saja, atau dalam bepergian.

implikasi yang pertama bagi anak tentu saja yang paling mudah dilihat adalah dari aspek fisik. aspek fisik yang paling berpengaruh tentu saja bagian pinggul ke bawah, yang terkait langsung dengan penggunaan popok tersebut. banyak yang mengeluhkan cara berjalan anak mereka, yang setelah masa kecilnya dihiasi dengan penggunaan popok, ada kecendrungan bagi anak-anak tersebut berjalan dengan sedikit mengangkang atau kakinya menjadi tidak bisa merapat tapi ini mungkin bisa diatasi dengan membiasakan cara berjalan yang lebih baik sejak dini. namun saya pun belum pernah membaca mengenai cara mengatasi hal ini, mungkin ada yang bisa membantu..

yang kedua memasuki zona psikis anak tersebut. dalam menunjang perkembangan ada yang dinamakan toilet training, nah apakah toilet training itu? toilet training itu bagaimana melatih anak agar dapat menggontrol refleks otot sphincternya agar bisa bekerja denganbaik sehingga ia tidak mengalami lagi enupresis dan enkopresis. waduh,, apa pula enupresis dan enkopresis itu? hm,, yang mudahnya, dalam bahasa awamnya, enupresis itu ngompol dan enkopresis itu buang air besar sembarangan, baik disengaja atau pun diluar kendali anak tersebut.

apa hubungan popok dengan toilet training?

sangat erat.. toilet training merupakan bagian penting dari alur perkembangan anak, sedangkan popok dapat menjadi bagian dari hambatan perkembangan anak. sebuah negasi yang menarik menurutku.

anak-anak yang telah terbiasa memakai popok dari kecil di setiap saatnya akan mengalami kesukaran yang levelnya setingkat diatas anak-anak lain yang tidak terbiasa memakainya ketika dihadapkan pada tuntutan lingkungan yang mengharuskan mereka sudah bisa mengeluarkan sisasisa sari makanan dan minuman mereka ditempat yang sepantasnya. keterlambatan mereka untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan yang kadang mengekang ini dinamakan sebuah hambatan, yang dampaknya tentu saja bisa panjang hingga mereka dewasa.

ada beberapa kerugian lain yang akan dialami anakanak yang orangtuanya sangat terpengaruh dengan iklan popok yang anti bocor ini. yang pertama adalah masalah iritasi pada kulit anak tersebut dan juga sebuah sikap ketergantungan yang terbentuk lebih awal dan menyesatkan. anak-anak yang telah terbiasa dengan memakai ini dakan mengalami ketergantungan yang sangat mungkin untuk mengarah menjadi hal yang patologis dalam perkembanganmereka selanjutnya.

25 Replies to “Pampers dan Perkembangan anak”

  1. hmmm, saat ini saya sedang berusaha untuk sedikit tambah repot untuk mencuci lantaran saya berusaha agar anak saya bisa belajar untuk tidak menggunakan papers lagi emang sih umurnya belum juga 2 tahun naa kira2 umur berapa ya anak sudah bisa diajarkan untuk menggunakan toilet?

  2. setuju banget, penggunaan pampers memang secara psikologis lebih banyak menghambat perkembangan anak diusia selanjutnya. karena dengan pampers anak menjadi tidak belajar dan melatih untuk menahan diri atau menahan keinginan. saat ingin buang air sebenarnya adalah saat anak harus mulai belajar untuk membedakan boleh atau tidak, mana hal yang baik dan mana hal yg tidak baik. Tidah heran jika orang tua saat ini sering mengeluhkan anak mereka sulit diatur, keras kepala dan mau menang sendiri. Hal ini berkaitan dengan penggunaan pampers dalam keseharian dan dalam waktu yang lama. salam kenal….

  3. Hello Ayah dan Bunda,
    Ayo mulai sekarang kita memulai menyelamatkan bumi, mari kita canangkan dari rumah program go green, dimulai dari hal kecil dan mudah-mudahan bermanfaat. Pernahkah ayah bunda menghitung berapa biaya yang kita keluarkan untuk membeli diapers ananda tersayang, dan berapa sampah yang kita hasilkan per hari dari pemakaian diapers sekali pakai buat ananda tersayang?

    ada solusi untuk Ayah dan Bunda, untuk mengatasi tersebut, bahkan dapat menghemat belanja hingga 5 jt -7 jt / th
    buktikan, kunjungi
    http://www.babyfarros.wordpress.com

    salam buat para ayah bunda…

    1. kalau dipakai di malam hari saja mungkin tidak akan berefek separah yang dipakai sepanjang hari, tapi diperhitungkan juga untuk mulai menguranginya seiring dengan toilet training, anak bisa diajarkan untuk buang air sebelum tidur agar mengompolnya juga bisa mulai berkurang..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.